Performa Manchester United di bawah arahan Michael Carrick sebagai manajer interim memang menuai pujian. Sejak mengambil alih kursi pelatih, Carrick sukses membawa Setan Merah meraih hasil positif secara beruntun di Liga Inggris.

Empat kemenangan beruntun atas Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham menjadi bukti nyata dampak instan yang ia berikan. Hasil tersebut membawa United merangsek ke papan atas klasemen dan membuka peluang besar kembali ke Liga Champions.
Namun, di tengah euforia tersebut, Dimitar Berbatov mengingatkan agar manajemen klub tidak gegabah. Menurutnya, performa singkat belum cukup untuk langsung mengambil keputusan besar soal masa depan Carrick.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Pelajaran dari Era Ole Gunnar Solskjaer
Dimitar Berbatov menilai Manchester United harus belajar dari pengalaman masa lalu bersama Ole Gunnar Solskjaer. Saat itu, Solskjaer juga tampil meyakinkan di awal masa jabatannya sebelum akhirnya performa tim menurun dalam jangka panjang.
Mantan striker asal Bulgaria tersebut menekankan pentingnya menunggu hingga akhir musim. Konsistensi dalam periode panjang, menurutnya, adalah ukuran paling adil untuk menilai kapasitas seorang pelatih.
Berbatov mengakui dirinya memiliki kedekatan personal dengan Carrick. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan emosional justru bisa menjadi bumerang bagi klub sebesar Manchester United.
Baca Juga: Arteta Puas Dengan Performa Arsenal Meski Saka Cedera
Kunci Perubahan: Komunikasi dan Kepercayaan

Salah satu faktor utama kebangkitan Manchester United, menurut Berbatov, adalah kemampuan Carrick membangun komunikasi yang tepat dengan para pemain. Ia dinilai mampu membuat skuad merasa dihargai dan dipercaya.
Carrick juga disebut berhasil menyampaikan ide-idenya dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Hal ini membuat para pemain lebih cepat beradaptasi dan berani mengeksekusi instruksi di lapangan.
Hasilnya terlihat jelas dalam permainan United yang kini tampil lebih percaya diri, berani, dan solid sebagai sebuah tim. Gaya bermain tersebut mengingatkan publik pada karakter klasik Manchester United yang agresif dan penuh keyakinan.
Ujian Sesungguhnya Menanti di Sisa Musim
Meski awalnya menjanjikan, Berbatov menilai ujian sebenarnya baru akan datang di sisa musim. Tekanan, jadwal padat, dan tuntutan hasil konsisten akan menjadi tolok ukur utama Carrick.
Laga tandang melawan West Ham United menjadi kesempatan berikutnya bagi United untuk mencatat lima kemenangan beruntun, sesuatu yang terakhir kali mereka raih pada 2024. Hasil laga tersebut bisa semakin menguatkan posisi Carrick.
Namun, Berbatov menegaskan bahwa keputusan permanen sebaiknya tetap diambil dengan kepala dingin. Jika Carrick mampu menjaga performa hingga akhir musim, barulah Manchester United layak mempertimbangkan masa depan jangka panjang bersamanya. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballindoorleague.com.
