Situasi Marseille kembali memanas dan penuh dinamika setelah Medhi Benatia memutuskan untuk kembali sebagai direktur olahraga klub hanya dua hari setelah mengundurkan diri. Keputusan ini datang di tengah musim yang penuh kekacauan dan ketidakstabilan.

Benatia sebelumnya mengundurkan diri pada hari Minggu, beberapa hari setelah pelatih Roberto De Zerbi meninggalkan klub. Namun, pemilik Marseille, Frank McCourt, mengumumkan bahwa Benatia telah setuju untuk kembali hingga akhir musim untuk “mengawasi semua kegiatan olahraga.”
Kembalinya Benatia menegaskan pentingnya peran direktur olahraga dalam menjaga stabilitas tim. Dengan pengalaman dan pengetahuannya tentang klub, Benatia diharapkan bisa membantu Marseille menavigasi sisa musim dengan lebih baik, meski tantangan tetap besar.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perubahan Struktur Klub dan Tekanan di Lapangan
Sebagai konsekuensi kembalinya Benatia, presiden klub Pablo Longoria mengambil peran lebih institusional untuk mewakili Marseille di badan-badan sepak bola Prancis dan Eropa. Langkah ini bertujuan memisahkan aspek politik dan manajerial dari pekerjaan sehari-hari klub.
Marseille sedang mengalami tekanan besar di lapangan. Hasil imbang 2-2 melawan Strasbourg setelah sempat unggul 2-0, dan kekalahan telak 5-0 dari PSG, memperlihatkan inkonsistensi tim. Selain itu, tersingkir dari Liga Champions setelah kalah 3-0 dari Club Brugge menambah tekanan terhadap manajemen dan pemain.
Para penggemar Marseille, khususnya kelompok Ultras, menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan mengosongkan tribun dan menampilkan spanduk protes. Mereka menuntut agar McCourt dan Longoria mundur, menandakan frustrasi yang mendalam di kalangan pendukung.
Baca Juga: Zidane Buka Suara: Target Utama adalah Kursi Pelatih Timnas Prancis
Hubungan Benatia dengan De Zerbi

Benatia diketahui memiliki loyalitas tinggi terhadap Roberto De Zerbi, yang meninggalkan klub hanya beberapa hari setelah kekalahan dari PSG. Hubungan keduanya dianggap erat, dan kepergian De Zerbi sempat memicu keputusan Benatia untuk mundur.
Dengan kembalinya Benatia, klub berharap bisa menjaga kesinambungan operasional di bidang olahraga. Asisten pelatih Jacques Abardonado mengambil alih sementara posisi pelatih, dan tim harus segera menyesuaikan diri di tengah dinamika internal yang kompleks.
Kembalinya Benatia juga menjadi sinyal bahwa klub masih berusaha menstabilkan tim dan struktur manajerial. Hal ini penting untuk menghadapi sisa musim dan target realistis, termasuk ajang Piala Prancis yang masih bisa diperjuangkan.
Fokus Marseille pada Ajang Piala Prancis dan Masa Depan
Secara realistis, Marseille hanya bisa menargetkan Piala Prancis sebagai trofi yang bisa diraih musim ini, mengingat performa di liga domestik dan Eropa. Klub akan menghadapi Toulouse di perempat final bulan depan, kesempatan untuk memperbaiki reputasi dan moral tim.
Pemilik McCourt diperkirakan akan bertemu beberapa kelompok Ultras untuk meredam ketegangan, sementara pelatih baru kemungkinan akan segera diumumkan, dengan Habib Beye dikabarkan menjadi kandidat kuat. Beye sendiri pernah menjadi bek Marseille antara 2003–2007 dan baru saja dipecat oleh Rennes.
Kembalinya Benatia, pengaturan ulang peran Longoria, dan penunjukan pelatih baru menunjukkan usaha Marseille untuk kembali stabil. Klub bertekad menghadapi tekanan penggemar dan tantangan kompetitif dengan strategi yang lebih terstruktur hingga akhir musim. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballindoorleague.com.
