Borussia Dortmund harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah kalah 4-1 dari Atalanta di leg kedua babak play-off. Hasil ini membuat aggregate menjadi 4-3 untuk keunggulan tim Italia, meski Dortmund sempat unggul 2-0 di leg pertama. Kekalahan ini jelas menjadi pukulan berat bagi para pemain dan suporter Die Borussen.

Atalanta memulai pertandingan dengan agresif dan mampu mencetak tiga gol sebelum menit ke-75, menekan mental Dortmund secara signifikan. Karim Adeyemi sempat memperkecil ketertinggalan dengan gol ke sudut jauh gawang lawan, membuat skor 3-1 dan aggregate menjadi 3-3. Momentum seakan memberi harapan bagi Dortmund untuk melanjutkan pertandingan ke extra time.
Namun, momen krusial terjadi menjelang akhir pertandingan ketika sebuah kesalahan individu menyebabkan penalti bagi Atalanta. Penalti tersebut dieksekusi dengan baik oleh Lazar Samardzic, memastikan kemenangan 4-1 dan eliminasi Dortmund dari Liga Champions. Meski menyakitkan, hasil ini menegaskan bahwa tim lawan bermain lebih efektif.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Tidak Ada Satu Pemain yang Disalahkan
Emre Can menegaskan bahwa kekalahan ini bukanlah kesalahan satu pemain saja, termasuk Gregor Kobel yang terlibat insiden penalti. Menurutnya, sulit lolos jika tim melakukan banyak kesalahan individu, tetapi hal itu bukan berarti harus menyalahkan siapa pun secara pribadi.
Can menekankan bahwa seluruh tim bertanggung jawab secara kolektif. Meskipun beberapa peluang emas di babak kedua tidak dimanfaatkan, setiap pemain sudah berjuang sekuat tenaga untuk membalikkan keadaan. Mentalitas tim tetap positif meski hasil akhir mengecewakan.
Pernyataan Can menunjukkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab, menekankan pentingnya solidaritas tim. Sikap ini menjadi contoh bagaimana pemain menghadapi kekalahan besar tanpa menyalahkan rekan setim, menjaga moral dan profesionalisme di dalam skuad.
Kesalahan Individu yang Mahal

Insiden penalti bermula dari umpan Kobel ke arah Can yang kurang akurat sehingga direbut Mario Pasalic. Bola kemudian memantul setelah upaya Bensebaini memblok, mengenai kepala Nikola Krstovic dan berujung penalti. Momen ini menjadi titik balik yang menentukan hasil akhir.
Meski kesalahan ini terlihat fatal, Can menekankan bahwa Gregor Kobel telah banyak membantu tim sepanjang musim. Penyelamatan-penyelamatan penting yang dilakukannya menjadi bukti kualitas dan dedikasi kiper tersebut, sehingga insiden satu kali tidak bisa menutupi kontribusi besar yang telah diberikan.
Situasi ini memperlihatkan betapa rapuhnya margin kesalahan di level kompetisi Eropa. Setiap kesalahan kecil bisa berakibat fatal, dan tim harus tetap fokus serta disiplin hingga menit terakhir untuk menghindari momen penentu seperti ini.
Pembelajaran untuk Dortmund
Dari kekalahan ini, Dortmund bisa mengambil banyak pelajaran penting. Salah satunya adalah pentingnya memanfaatkan peluang yang ada, karena gol Adeyemi sempat memberi harapan namun tidak cukup untuk membalikkan keadaan.
Selain itu, koordinasi antarpemain harus diperkuat agar kesalahan individu tidak menjadi penentu hasil. Pemain harus belajar menjaga konsentrasi, komunikasi, dan kedisiplinan terutama di laga-laga krusial Liga Champions. Terakhir, mentalitas tim tetap menjadi aset penting. Can menegaskan solidaritas dan tanggung jawab kolektif tetap harus dijaga.
Meskipun tersingkir, pengalaman ini menjadi bahan evaluasi agar Dortmund lebih siap menghadapi kompetisi Eropa musim depan dengan strategi lebih matang dan fokus lebih tinggi. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballindoorleague.com.
